Pengertian Struktur Sosial : Ciri-ciri, Bentuk dan Fungsi

Pengertian Struktur Sosial

Pengertian Struktur Sosial

Istilah struktur berasal dari kata structum (bahasa Latin) yang berarti menyusun. Dengan demikian, struktur sosial memiliki arti susunan masyarakat. Struktur sosial adalah istilah yang digunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk merujuk pada tatanan sosial berpola yang membentuk masyarakat secara keseluruhan, dan yang menentukan, untuk beberapa derajat yang bervariasi, tindakan dari individu-individu disosialisasikan ke dalam struktur itu. Yang dimaksud dengan “struktur sosial” berbeda antara berbagai bidang sosiologi. Pada skala makro, ia dapat merujuk ke sistem stratifikasi sosial ekonomi (misalnya, struktur kelas), lembaga sosial, atau hubungan berpola lainnya antara kelompok kelompok sosial yang besar. Pada skala meso, dapat mengacu pada struktur ikatan jaringan sosial antara individu atau organisasi. Pada skala mikro, dapat merujuk dengan cara membentuk norma norma perilaku pelaku dalam sistem sosial.

Menurut Soerjono Soekanto, struktur berasal dari bahasa Inggris structure yang artinya jalinan dari unsur-unsur pokok. Unsur adalah kesatuan corak perilaku yang dipelajari, dan hal ini tidak dapat diperkecil lagi, sedang sosial dapat diartikan sesuatu yang berkaitan dengan masyarakat.

Dari pengertian di atas dapat kita berikan makna bahwa struktur sosial adalah jalinan kesatuan corak perilaku masyarakat yang saling berkaitan satu sama lainnya sehingga terwujud kesatuan yang berfungsi dan bermakna.

Pengertian struktur sosial dikemukaan beberapa ahli, di antaranya sebagai berikut.
a. Abdul Syani melihat struktur sosial sebagai sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat. Di dalam tatanan sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk pada suatu keteraturan perilaku, sehingga dapat membentuk suatu masyarakat.
b. Ralph Linton menyatakan bahwa struktur sosial dikenal dua konsep penting, yaitu status dan peranan (role). Status adalah suatu kumpulan hak dan kewajiban, sedangkan peranan adalah aspek dinamis dari struktur sosial.
c. Hendropuspito dalam bukunya “Sosiologi Sistematik” mendefinisikan bahwa struktur sosial adalah skema penempatan nilai-nilai sosio budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai dengan berfungsinya organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan dan demi kepentingan masing-masing.
d. Menurut William Kornblum, struktur sosial adalah pola perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat.
e. Menurut Calhoun, struktur sosial adalah pola hubungan-hubungan, kedudukan-kedudukan, dan jumlah orang yang memberikan kerangka bagi organisasi manusia, baik dalam kelompok kecil maupun keseluruhan masyarakat.

Secara definitif, struktur sosial diartikan sebagai suatu skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai agar organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan dapat berfungsi dan kepentingan setiap bagian dapat berjalan dalam jangka waktu yang relatif lama.

Ciri-Ciri Struktur Sosial

Beberapa ciri umum dari struktur sosial antara lain sebagai berikut.
a. Struktur sosial mengacu pada hubungan hubungan sosial yang pokok dapat memberikan bentuk dasar pada masyarakat.
b. Struktur sosial mencakup semua hubungan sosial antara individu-individu pada saat tertentu.
c. Struktur sosial merupakan seluruh kebudayaan masyarakat yang dapat dilihat dari sudut pandang teoretis.
d. Struktur sosial merupakan realitas sosial yang bersifat statis.
e. Struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat.

Secara terperinci, ciri-ciri struktur sosial sebagai berikut.

1. Bersifat abstrak

Struktur sosial bersifat abstrak, artinya bahwa struktur sosial itu tidak bisa dilihat maupun diraba dengan panca indra manusia. Struktur sosial merupakan hierarki kedudukan dari tingkatan yang tinggi hingga tingkatan yang rendah dan berfungsi sebagai saluran kekuasaan serta pengaturan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

2. Memiliki dimensi vertikal dan horizontal

Struktur sosial pada dimensi vertikal adalah hierarki status sosial dengan segala peranannya masing-masing sehingga menjadi satu sistem yang tidak terpisahkan dari struktur status yang tertinggi hingga struktur status yang terendah. Sedang dalam struktur sosial pada dimensi horizontal bahwa seluruh masyarakat berdasarkan karakteristiknya terbagi-bagi dalam kelompok sosial yang memiliki karakteristik yang sama. Misalnya pada setiap suku bangsa, bahwa di dalamnya terdapat keluarga dan kerabat-kerabat yang saling herkaitan satu sama lainnya, juga terdapat kelompok-kelompok ras (di- Indonesia terdapat ras Mongoloid, ras Melanesoid, ras Asiatik Mongoloid, dan lain sebagainya).

3. Sebagai dasar proses sosial

Sehubungan dengan struktur sosial yang merupakan bangunan abstrak suatu masyarakat yang berisi susunan kedudukan dan peranan individu-individu dalam masyarakat secara dimensi vertikal dan dimensi horizontal, maka struktur abstrak ini akan menjadi landasan dalam proses sosial masyarakat yang bersangkutan, artinya bahwa bagaimana proses sosial yang terjadi, termasuk cepat atau lambatnya proses itu sendiri sangat dipengaruhi oleh bagaimana bentuk struktur sosialnya.

4. Bagian sistem pengaturan tata kelakuan dan hubungan masyarakat

Struktur sosial suatu masyarakat menjadi bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan hubungan, artinya bahwa struktur sosial yang dimiliki itu merupakan perangkat sebagai pengatur bentuk-bentuk hubungan antarindividu di dalam masyarakat.

5. Senantiasa berubah dan berkembang

Struktur sosial yang merupakan bagian dari unsur-unsur budaya, merupakan sistem organisasi sosial masyarakat tidaklah bersifat tetap, melainkan terus-menerus mengalami revisi atau penyempurnaan untuk mendapatkan suatu sistem sosial yang semakin efektif.

Fungsi Struktur Sosial

Struktur sosial suatu masyarakat akan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.
a. Struktur masyarakat untuk menyelenggarakan tata kehidupan secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan.
b. Struktur sosial berfungsi sebagai rantai sistem dalam penyelenggaraan setiap aspek kehidupan sehingga menjadi teratur dan harmonis.
c. Struktur sosial merupakan karakteristik yang khas yang dimiliki suatu masyarakat sehingga dapat mėmberikan warna yang berbeda dari masyarakat yang lain.
d. Sebagai pengawas sosial, yaitu sebagai penekan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran terhadap norma, nilai, dan peraturan kelompok atau masyarakat.
e. Dasar untuk menanamkan suatu disiplin sosial kelompok atau masyarakat karena berasal dari kelompok atau masyarakat itu sendiri.

Proses Terjadinya Struktur Sosial

Struktur sosial terjadi melalui beberapa proses berikut.
a. Tahap awal
Proses terbentuknya struktur sosial masyarakat pada tahap awal secara mendasar bersamaan dengan proses terbentuknya masyarakat. Pada awalnya ketika manusia masih hidup berpindah pindah dan bergerombol membentuk kelompok-kelompok etnis, struktur sosial seolah-olah hanya berfungsi sebagai sarana pembagian tugas untuk menyelenggarakan kehidupan bersama dalam kelompok itu. Proses awal ini terus-menerus mengalami perkembangan, sehingga masyarakat tersebut menjadi suku bangsa dalam jumlah besar dan bahkan menjadi bangsa yang besar. Dalam tahap awal, struktur sosial telah terbentuk sebagai sarana pengaturan tata hubungan antarindividu dalam masyarakat.
b. Tahap perkembangan
Struktur sosial suatu masyarakat senantiasa mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan tingkat peradaban masyarakat itu sendiri. Dengan demikian ada kecenderungan untuk berubah dalam rangka memperoleh efisiensi dan efektivitas sebagai sarana pengaturan sistem tata hubungan dalam masyarakat.
Perubahan-perubahan struktur sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut.
1) Faktor Internal
a) Adanya dorongan untuk lebih memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman yang ada.
b) Adanya penemuan baru yang dirasa lebih cocok dan lebih efektif.
c) Adanya gerakan sosial yang dimotorioleh tokoh-tokoh masyarakat dan didukung oleh masyarakat luas.
2) Faktor eksternal
a) Adanya keinginan untuk meniru Kebudayaan masyarakat lain yang dirasa lebih cocok.
b) Adanya penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan alam.
c. Tahap Akhir
Struktur sosial secara fungsional dikatakan memasuki tahap akhir apabila struktur sosial tersebut implementasinya telah membentuk keharmonisan tata hubungan antarkomponen masyarakat di dalamnya. Tanda-tanda bahwa suatu struktur sosial telah memasuki tahap akhir sebagai berikut.
1) Struktur sosial itu telah disepakati oleh kalangan masyarakat luas.
2) Struktur sosial itu telah dipakai dalam suatu kurun waktu dan berdasarkan pengalaman telah terbukti memiliki fungsi yang efektif dan memberikan kontribusi dalam tata hubungan antarindividu dalam masyarakat.
3) Struktur sosial tersebut telah menjadi satu dengan budaya masyarakat, bahkan telah mengakar dalam kehidupan sehari- hari masyarakat.
4) Struktur sosial tersebut dipandang telah sesuai, sehingga masyarakat berusaha untuk mempertahankan struktur sosial tersebut.
5) Struktur sosial akan terus dipertahankan karena telah menjadi ciri khas masyarakat tersebut, sehingga memberikan warna yang berbeda dari masyarakat yang lain.

Faktor-Faktor Ketidaksamaan Sosial

Seorang ahli yang bernama Beteille berpendapat bahwa terdapat dua jenis sumber ketidaksamaan dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut.

a. Bersifat alami, di antaranya usia, kesehatan, kekuatan tubuh, kualitas pikiran, dan jiwa.
b. Bersifat sosial, di antaranya kekuasaan, prestise, kedudukan, dan kekayaan.

Terjadinya ketidaksamaan individu individu dalam kehidupan sosial masyarakat, dipengaruhi oleh kepribadian dan sosiokultural, yang kemudian dijabarkan menjadi berikut ini.

a. Kepribadian
Menurut Yinger, kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi. Perkembangan kepribadian dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
1) warisan biologis,
2) lingkungan fisik,
3) kebudayaan
4) pengalaman kelompok, dan
5) pengalaman pribadi yang unik.

b. Latar belakang sosial
Perbedaan pengalaman dan latar belakang sosial dapat menghasilkan perbedaan tingkat pendidikan, peranan prestise, dan kekuasaan.

c. Keadaan geografis
Letak geografi suatu wilayah akan memengaruhi iklim dan cuaca wilayah tersebut sehingga menghasilkan perbedaan mata pencaharian, corak budaya, dan tradisi suatu masyarakat. Dalam hal ini tentu sangat memengaruhi struktur sosial dalam masyarakat tersebut.

d. Sosiokultural
Dengan mempergunakan konsep bahwa kebudayaan sebagai pengaruh sosiokultural, maka deskripsinya sebagai berikut.
1) Kebudayaan daerah
Masing-masing daerah memiliki kebudayaan yang khas, yang berbeda dengan kebudayaan di daerah lain.
2) Cara hidup di pedesaan dan perkotaan
Di daerah pedesaan, masyarakatnya lebih bersifat paguyuban (gemeinschaft) daripada daerah perkotaan yang lebih menonjolkan patembayan (gesellschaft).
3) Pekerjaan dan keahlian seseorang
Seorang guru berbeda kepribadiannya dengan seorang dokter, begitu pula dengan seorang pedagang, dan lain sebagainya.
4) Lapisan sosial
Dalam masyarakat telah kita kenal adanya berbagai lapisan sosial, yaitu lapisan tinggi, lapisan menengah, maupun lapisan rendah.
5) Agama
Madzab-madzab dalam agama tentunya juga memengaruhi terjadinya perbedaan kepribadian individu manusia.

Bentuk-Bentuk Struktur Sosial

Terdapat beberapa bentuk struktur sosial, yaitu sebagai berikut.
a. Bentuk struktur sosial berdasarkan pola komunikasi
Berdasarkan lancar tidaknya komunikasi antarkomponen di dalam masyarakat, maka struktur sosial dibedakan menjadi dua macam, yaitu struktur sosial yang terbuka dan struktur sosial yang tertutup.
1) Struktur sosial terbuka Struktur sosial dikatakan terbuka apabila struktur sosial mengalami proses perubahan yang terjadi setiap saat dan dapat digantikan oleh setiap orang. Dalam struktur sosial terbuka tiap-tiap orang memiliki status, peran, dan hak yang sama terhadap semua status yang ada dalam masyarakat tersebut.
2) Struktur masyarakat tertutup
Struktur masyarakat tertutup adalah struktur masyarakat yang ditandai dengan adanya status dan peran yang cenderung tetap dan tidak adanya perombakan atau perubahan yang bersifat bebas dan terbuka.

b. Berdasarkan identitas keanggotaan masyarakat
1) Struktur sosial homogen
Struktur sosial yang homogen artinya bahwa struktur sosial suatu masyarakat hanya terdiri atas satu jenis ras, suku, agama, dan kepercayaan.
2) Struktur sosial heterogen atau majemuk
Struktur sosial yang dilihat dari dimensi horizontal dapat berbentuk struktur yang heterogen, artinya secara horizontal masyarakat tersebut memiliki lebih dari satu jenis ras, agama, atau kepercayaan ataupun suku.

c. Berdasarkan bidang kehidupan
1) Struktur ideologis
Wujud konkret dari struktur ideologi menyangkut status-status dari para pengurus besar kelompok agama tertentu hingga pengurus daerah, pengurus cabang sampai ke pengurus ranting. yang kesemuanya terstruktur secara hierarkis dan sekaligus menjadi saluran penyelengaraan aktivitas ideologi sesuai dengan jenis ideologinya masing-masing.
2) Struktur politik
Struktur politik akan memberi warna jaringan pemerintahan dan kekuasaan dari pusat hingga ke daerah. Struktur politik ada bermacam-macam, sepertiyang dikemukakan Polybios, yaitu dalam bentuk monarki, tirani, oligarki, demokrasi, otokrasi, dan otokrasi.
3) Struktur ekonomi
Struktur ekonomi adalah hierarki susunan kedudukan orang-orang dalam masyarakat dari tingkatan yang tertinggi hingga tingkatan yang terendah pada bdang perekonomian. Struktur ini dapat berbentuk para pemilik modal, para pengusaha,pedagang penyalur, pedagang pengecer, hingga para konsumen.
4. Struktur sosial dan budaya
Struktur sosial budaya menyangkut struktur adat istiadat dan budaya pada tiap-tiap suku maupun kerabat-kerabat yang di dalamnya terdapat susunan orang-orang yang menjadi pemimpin nonformal dalam kesukuan adat-istiadat maupun budaya masyarakat.
5) Struktur pertahanan dan keamanan
Setiap masyarakat memiliki struktur pertahanan dan keamanan sendiri-sediri yang disesuaikan dengan kondisi internal negara serta kondisi geografis wilayah negara itu, termasuk kondisi ancaman yang berasal dari luar.

d. Berdasarkan sifat
1) Struktur sosial formal
Struktur sosial formal merupakan suatu bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak atau lembaga yang berwenang dan keberadaannya berdasarkan norma hukum atau konstitusi yang ada dalam masyarakat.
2) Struktur sosial informal
Struktur Sosial Yang nyata ada dan berfungsi. tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh undang-undang.
3) Struktur sosial kaku
Struktur sosial kaku merupakan bentuk struktur sosial yang tidak dapat diubah atau sekurang-kurangnya masyarakat menghadapi kesulitan besar untuk melakukan perpindahan status atau kedudukannya.
4) Struktur sosial luwes
Struktur sosial luwes merupakan kebalikan dari struktur sosial yang kaku, di mana setiap anggota masyarakatnya bebas bergerak melakukan perubahan.

Unsur-Unsur Pembentuk Struktur Sosial

Unsur-unsur pokok yang membentuk struktur sosial sebagai berikut.
a. Adanya sejumlah individu yang membentuk kehidupan bersama dalam kelompok sosial. Mereka melakukan berbagai aktivitas kehidupan dan berinteraksi satu dengan lainnya.
b. Adanya pola yang khas dari hak-hak dan kewajiban para pelaku interaksi sesuai dengan status dan peranan sosial yang dimilikinya dalam kehidupan bermasyarakat. Adanya status dan peranan sosial yang berbeda-beda dari para pelaku interaksi sosial.
d. Adanya pranata-pranata dan aturan-aturan yang sudah melembaga yang mengatur segala aktivitas kehidupan individu maupun kelompok-kelompok.
e. Interaksi yang timbul dari rangkaian hubungan sosial itu berlangsung secara berulang-ulang secara relatif stabil dalam jangka waktu tertentu.


Apa pengertian Struktur Sosial ?

Secara definitif, struktur sosial diartikan sebagai suatu skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai agar organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan dapat berfungsi dan kepentingan setiap bagian dapat berjalan dalam jangka waktu yang relatif lama.

Apa saja ciri-ciri struktur sosial ?

Secara terperinci, ciri-ciri struktur sosial sebagai berikut.
1. Bersifat abstrak
2. Memiliki dimensi vertikal dan horizontal
3. Sebagai dasar proses sosial
4. Bagian sistem pengaturan tata kelakuan dan hubungan masyarakat
5. Senantiasa berubah dan berkembang

Bagaimana proses terjadinya struktur sosial?

a. Tahap awal
b. Tahap perkembangan
c. Tahap Akhir

Tinggalkan komentar dibawah apabila ada yang perlu dikoreksi,kebenaran hanya milik ALLAH SWT dan kesalahan datangnya dari diri saya sendiri, kita belajar bersama dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Dapatkan informasi terupdate!!

Dapatkan artikel terbaru dan terupdate dari mesodigital dengan mengisi form di bawah ini

Leave a Reply